Selasa, 22 Desember 2009

Discovery 3 : Biogas-Kotoran Manusia

BIOGAS ialah gas yang terbentuk dari hasil dari kotoran (tinja) ternak yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar kompor yang saat ini mulai diterapkan di desa-desa Indonesia. Apa teman-teman semua pernah membayangkan bahwa manusia juga bisa berkontribusi menghasilkan biogas? Atau pernah terlintas dalam benak teman-teman semua bahwa senyawa komoditi industri (NH3) terkandung dalam jumlah yang besar pada urine yang teman-teman keluarkan?

Memanfaatkan Kotoran Manusia

Setelah BBM naik, saya lebih banyak di rumah sekarang. Membaca beberapa artikel KOMPAS yang saya kliping, yang sebagian besar belum pernah saya baca secara detil. Setelah membuka beberapa halaman, mata saya tertuju pada tulisan yang dimuat pada hari Kamis, 15 Mei 2008 (Dikembangkan Biogas dari Kotoran Manusia). Nampaknya energi biogas ini perlu terus dikembangkan, karena tak selamanya BBM itu bersahabat dengan kita, khususnya soal harga yang kian hari kian tinggi. Dalam tulisan itu dikatakan bahwa : Energi terbarukan biogas tidak hanya dapat diproduksi di pedesaan dengan bahan baku limbah organik atau kotoran hewan, tetapi juga berpeluang digunakan di wilayah perkotaan. Biogas di perkotaan bisa didapatkan melalui pengelolaan kotoran manusia secara terpadu.

Dari 3.000 kepala keluarga di perkotaan dapat dihasilkan 225 meter kubik biogas atau setara dengan 103,5 kg elpiji setiap hari, yang dapat digunakan untuk memasak 207 keluarga.
Demikian ujar peneliti Balai Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Abdul Kholiq di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang, pada Rabu (14/5). ”Itu tidak hanya memberikan manfaat energi terbarukan, tapi menghasilkan pula pupuk organik dan diperoleh lingkungan dengan air tanah tidak tercemar,” kata Kholiq.

Menurut dia, salah satu daerah yang mengembangkan biogas dari kotoran manusia ada di Yogyakarta. Penggeraknya adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat. Sumbernya dari limbah yang terbatas dari beberapa WC milik warga.

Pengelolaan kotoran manusia secara terpadu untuk menghasilkan biogas di kota-kota besar di Indonesia akan terkendala oleh carut-marunya infrastruktur kota. Menurut Kholiq, kondisi tersebut bisa jadi pelajaran penataan infrastruktur kota-kota baru. Misalnya, kota-kota mandiri seputar Jakarta, seperti Tangerang, Depok, Bekasi, dan Bogor.

Kepala Balai Teknologi Energi BPPT Titiresmi mengatakan, untuk menunjang produksi biogas secara optimal di wilayah perkotaan dan pedesaan perlu melibatkan industri-industri tertentu yang membutuhkannya.
”Pada industri etanol dari singkong di Lampung, Balai Teknologi Energi BPPT sudah menyampaikan rancangan pengolahan limbahnya supaya diolah menjadi biogas,” kata Titiresmi.

Dari industri etanol diperoleh potensi limbah cair sebanyak 100 meter kubik per hari–yang menghasilkan 1.200 meter kubik biogas, setara dengan 744 liter minyak tanah, setara dengan 552 kg elpiji. Satu meter kubik biogas sama dengan 0,62 liter minyak tanah atau 0,46 kg elpiji.
Biogas dari kotoran manusia dihitung, dengan asumsi 1 keluarga terdiri atas 5 orang yang masing-masing menghasilkan kotoran 0,3 kilogram per hari. Dari 3.000 keluarga terkumpul 4.500 kg. Satu kilogram kotoran manusia menghasilkan 0,05 meter kubik biogas. Jadi, total bisa dihasilkan 225 meter kubik biogas, setara dengan 103,5 kg elpiji per hari.

Kotoran manusia bisa menyelamatkan bumi

NEW DELHI - Sebuah sistem yang dapat mengubah kotoran manusia menjadi biogas dan pupuk dapat membuat 2,6 miliar orang di dunia memiliki kontribusi penting dalam mengurangi pemanasan global.

Ini lantaran dia menyadari akan rakyat New Delhi yang kagakpaham-paham amat sama fungsi pentingnya toilet.

Para peneliti mengemukakan betapa pentingnya sebuah toilet bagi keselamatan bumi dari global warming. India sendiri bakalan ngasih kontribusi berupa sistem toilet yang secara organik akan mengubah kotoran manusia menjadi senyawa biogas yang dapat dijadikan tenaga listrik atau bahan bakar untuk memasak. Sedangkan cairan urine dari manusia dapat dijadikan berbagai macam pupuk.

Organisasi Sulabh yang dimiliki Pathak dari india ditemukan pada tahun 2001. Didedikasikan sebagai organisasi toilet dunia, sebuah organisasi non-profit, yang ditujukan untuk membuat sanitasi dengan lebih dari 55 anggota dan 42 negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar